BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI, DAN SELAMAT MEMBACA

Latopshantai 2025 Resmi Ditutup, Dankodiklatal: Latihan Adalah Investasi Jangka Panjang Kesiapan Tempur

TNI AL. Kodiklatal. Surabaya, 23 Februari 2026 | Komandan Kodiklatal (Dankodiklatal) Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah selaku Direktur Latihan (Dirlat) memimpin langsung kegiatan Kaji Ulang dan Penutupan Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Latopshantai) Tahun Anggaran 2025, yang digelar di Auditorium Gedung R. Sudomo JOPR Kodiklatal, Senin (23/2/2026).

Kegiatan ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian latihan yang telah dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan kesiapan tempur Matra Laut, termasuk peningkatan kemampuan material dan profesionalisme personel pengawak alutsista. Latopshantai TA 2025 sekaligus menjadi tolok ukur dalam membangun TNI AL yang profesional, modern, dan tangguh dalam menghadapi dinamika ancaman di perairan nasional.

Dalam forum kaji ulang tersebut, Tim Penilai membacakan dan menjelaskan hasil penilaian pelaksanaan latihan. Berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap aspek perencanaan, koordinasi, komando dan pengendalian, serta pelaksanaan manuver lapangan, Latopshantai TA 2025 memperoleh nilai 83,73 dengan keterangan “Baik” secara kualitatif. Dari aspek pengetahuan, peserta dinilai “Memahami”, sementara pada aspek keterampilan dinyatakan “Mampu”.

Hasil evaluasi latihan selanjutnya disampaikan oleh Asops Kasal Laksda TNI Yayan Sofiyan selaku Ketua Tim Evaluasi Latihan. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa setiap dinamika, kendala, dan temuan selama latihan harus dijadikan bahan pembelajaran guna menyempurnakan konsep operasi serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas ke depan.

Sebagai rangkaian akhir kegiatan, Komandan Kodiklatal secara resmi menyatakan Latihan Operasi Pertahanan Pantai TA 2025 ditutup, serta prosesi penanggalan tanda peserta latihan oleh pimpinan acara menjadi simbol berakhirnya seluruh tahapan latihan.

Dalam amanatnya, Dankodiklatal menekankan bahwa keberhasilan latihan tidak semata-mata diukur dari produk atau hasil akhir, tetapi dari kesungguhan, semangat, dan pemahaman prajurit terhadap esensi operasi yang dilaksanakan.

“Latihan bukan hanya kewajiban profesional, tetapi bagian dari kesejahteraan prajurit. Melalui latihan, prajurit memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam melaksanakan tugas operasi. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi kesiapan tempur prajurit TNI AL,” tegasnya.

Demikian berita Dinas Penerangan Kodiklatal.

Posting Komentar

0 Komentar