Padang | Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Padang menyatakan sikap tegas dan tanpa kompromi atas kematian Karim, seorang pengamen di Kota Padang, yang meninggal dunia setelah diamankan oleh Satpol PP dan menjalani perawatan di RSJ Prof. HB Saanin. Kepala Satpol PP Kota Padang menyatakan bahwa proses penertiban terhadap korban telah dilakukan sesuai prosedur operasi standar (SOP) dan menegaskan bahwa tidak ada tindakan kekerasan dari petugas selama proses penertiban berlangsung.
Namun di sisi lain, kasus ini memunculkan berbagai spekulasi dan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait perlakuan terhadap warga yang berada dalam kondisi rentan, pihak keluarga membantah bahwa Karim tidak ada gangguan jiwa seperti yang disampaikan Kasatpol PP apalagi setelah mengetahui hasil forensik bahwa terjadi pendarahan pada otak.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum SEMMI Cabang Padang, Aulia Eka Putra menyampaikan bahwa kejelasan penyebab kematian korban ini sudah berbelit-belit, bukti forensik dan penjelasan Kasatpol PP sangat berbeda, Walikota harus bentuk Tim Investigasi Khusus agar bisa dibuktikan secara transparan.
"Jika memang tidak ada kekerasan seperti yang disampaikan, bagaimana mungkin ada pendarahan di otak, Kasatpol PP harus bertanggungjawab dan Walikota harus tegas atas arogansi aparat ini. Copot jika terbukti menganiaya dan ada kekerasan, warga kota Padang butuh rasa aman bukan brutalitas” ujarnya.
Perbedaan keterangan yang beredar di publik terkait penyebab kematian semakin memperkuat dugaan bahwa ada proses yang sengaja ditutup. Oleh karena itu, SEMMI Cabang Padang menilai bahwa kasus ini harus dibuka secara terang-benderang. SEMMI Cabang Padang menegaskan jika aparat penegak hukum masih ada upaya bermain mata dalam menutup-nutupi kasus ini, SEMMI Cabang Padang akan menggelar konsolidasi dan akan menggeruduk Mako Satpol PP Padang sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan dan ketidakadilan.
“Ini bukan hanya soal Karim, tapi tentang bagaimana negara memperlakukan rakyat kecil. Jika hari ini dibiarkan, bisa jadi akan ada Karim Karim berikutnya yang akan dibunuh aparat. Kami tidak akan diam, mari kita kawal bersama” tegas Aulia
SEMMI Cabang Padang juga mengingatkan bahwa penindakan secara represif terhadap pengamen, gelandangan, dan masyarakat rentan adalah wajah lama kebijakan yang gagal. Aparat seharusnya hadir dengan pendekatan kemanusiaan, bukan justru memperparah penderitaan mereka.
Rel DPC Semmi Padang
0 Komentar